PP KAMMI Desak Dewan Energi Nasional Jadikan Pendidikan Energi Agenda Strategis Anak Muda

PP KAMMI Desak Dewan Energi Nasional Jadikan Pendidikan Energi Agenda Strategis Anak Muda

JAKARTA ,WR— Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mendorong Dewan Energi Nasional (DEN) untuk memprioritaskan pendidikan energi bagi generasi muda sebagai agenda strategis nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan, kedaulatan, dan hilirisasi energi Indonesia dalam jangka panjang.

Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Nugra Ferdino, S.Sos., menegaskan bahwa tantangan sektor energi nasional semakin kompleks dan tidak bisa lagi dipandang semata sebagai persoalan teknis.

Ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, besarnya beban subsidi energi, persoalan pasokan listrik di sejumlah wilayah, hingga lambannya pengembangan energi baru dan terbarukan menunjukkan adanya persoalan mendasar pada kesiapan sumber daya manusia dalam memahami arah kebijakan energi nasional.

“Persoalan energi hari ini bukan hanya soal infrastruktur dan cadangan sumber daya, tetapi juga soal kualitas SDM yang memahami, mengelola, dan mengawasi kebijakan energi serta hilirisasi nasional,” ujar Nugra.

Menurut PP KAMMI, dalam kerangka kebijakan energi modern, literasi energi publik menjadi faktor penentu keberhasilan transisi dan hilirisasi energi. Tanpa pemahaman yang memadai, hilirisasi dikhawatirkan hanya berujung pada peningkatan nilai ekonomi bagi segelintir elite, tanpa menghadirkan keadilan dan pemerataan manfaat bagi generasi muda.

“Tanpa pendidikan energi, hilirisasi hanya akan melahirkan elit-elit baru di sektor energi, sementara anak muda tetap menjadi konsumen dan penonton kebijakan,” tegas Nugra.

PP KAMMI memandang Dewan Energi Nasional memiliki posisi strategis dalam merumuskan Kebijakan Energi Nasional, menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), serta mengawasi pelaksanaan kebijakan agar sejalan dengan tujuan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi.

Fungsi tersebut, menurut PP KAMMI, harus dimanfaatkan untuk memastikan bahwa agenda hilirisasi energi berjalan beriringan dengan pembangunan kapasitas generasi muda melalui pendidikan dan literasi energi yang sistematis.

Dewan Energi Nasional yang baru dilantik pada 28 Januari 2026, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian, dinilai memiliki momentum politik yang kuat untuk menjadikan pendidikan energi sebagai fondasi utama pembangunan energi nasional.

“Pendidikan energi adalah investasi jangka panjang. Jika negara serius membangun hilirisasi dan kedaulatan energi, maka generasi mudanya harus dipersiapkan sejak sekarang,” pungkas Nugra.***MDn

#PP KAMMI