PEKANBARU — Kampus tidak lagi sekadar ruang belajar teori, tetapi menjadi panggung perjumpaan peradaban. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI) membuktikan hal itu melalui Intercultural Day Communication: Connecting Cultures through Communication, yang digelar Kamis (22/1/2026) di Auditorium Kampus Utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Komunikasi Antarbudaya ini dibimbing langsung oleh dosen pengampu Raja Widya Novchi, S.I.Kom., M.Soc.Sc. dan dirancang sebagai pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya diuji pemahamannya atas teori, tetapi juga keberaniannya membangun dialog lintas budaya dalam situasi nyata.
Intercultural Day Communication menghadirkan mahasiswa internasional dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Kenya, Vietnam, Filipina, Madagaskar, Kamboja, Thailand, hingga Malaysia, baik yang menempuh studi di UMRI maupun di sejumlah perguruan tinggi lain di Pekanbaru. Keberagaman ini semakin diperkaya dengan kehadiran mahasiswa dari wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadikan kampus UMRI sebagai miniatur dunia dalam satu ruang akademik.
Nuansa global terasa kental melalui berbagai rangkaian kegiatan, seperti parade budaya internasional, bazar kuliner khas negara peserta, hingga pertunjukan seni dan budaya yang merepresentasikan identitas masing-masing bangsa. Seluruh rangkaian acara menjadi medium interaksi langsung, mempertemukan bahasa, tradisi, dan nilai-nilai budaya dalam suasana yang egaliter dan penuh semangat kolaborasi.
Dosen pengampu mata kuliah, Raja Widya Novchi, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran, sensitivitas, dan sikap saling menghormati dalam keberagaman.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami komunikasi antarbudaya di atas kertas. Mereka harus mengalaminya secara langsung, berdialog, dan berinteraksi dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda,” ujarnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI, Johan Faladhin, S.I.Kom., M.I.Kom. Ia mengapresiasi konsistensi pelaksanaan pembelajaran berbasis praktik yang dinilainya mampu memperkuat karakter akademik mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat, dan kini diperluas dengan skala yang lebih inklusif.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi bentuk nyata penguatan atmosfer akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berwawasan global di lingkungan UMRI,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah dosen serta Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Sumaiyah, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai bentuk dukungan institusional terhadap pengembangan pembelajaran inovatif.
Salah satu mahasiswa internasional asal Madagaskar, Abeline, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini. Ia menyebut Intercultural Day Communication sebagai pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di Indonesia.
“Ini pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan komunikasi lintas budaya seperti ini. Saya sangat menikmati parade budaya dan makanan dari berbagai negara, serta senang bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa lokal,” tuturnya.
Melalui Intercultural Day Communication, Universitas Muhammadiyah Riau menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inklusif, adaptif, dan berorientasi global, dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan utama dalam proses pembelajaran.***
#Riau #pekanbaru #Fikom Umri #UMRI #Peknbaru