Malintang – Kondisi MTs GUPPI Malintang, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, kini jadi sorotan serius. Dalam beberapa waktu terakhir, madrasah ini disebut mengalami penurunan tajam—mulai dari mutu pendidikan, kedisiplinan, hingga tata kelola lembaga.
Pusat kritik mengarah pada Kepala Madrasah, Amir Mahmud Batubara, yang diduga jarang berada di sekolah. Sejumlah sumber menyebut, yang bersangkutan lebih sering mengurus aktivitas di luar ketimbang menjalankan fungsi kepemimpinan di madrasah.
“Sejak dipimpin Amir, hampir tidak ada perubahan berarti. Disiplin melemah, nuansa religius ikut merosot. Kepala sekolah seharusnya memberi teladan, tapi justru jarang terlihat,” ungkap seorang warga bermarga Nasution yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tak hanya soal kehadiran, publik juga mulai mempertanyakan proses pengangkatan Amir sebagai kepala madrasah. Ia disebut sebelumnya hanya berstatus operator sekolah, lalu menduduki jabatan strategis pasca wafatnya kepala madrasah terdahulu, almarhum H. Azhari Hasibuan.
“Prosesnya harus transparan. Jangan sampai ada pelanggaran aturan. Ini lembaga pendidikan, bukan tempat coba-coba jabatan,” tegas seorang wali siswa.
Kekhawatiran masyarakat kian memuncak karena kondisi ini dinilai berpotensi merusak citra lembaga yang dibangun dari swadaya umat. Bahkan, sebagian menyebut ini sebagai ancaman terhadap marwah GUPPI di wilayah Malintang.
Keluhan serupa juga datang dari wali murid lainnya. Mereka menilai ketidakhadiran kepala madrasah bukan lagi isu baru, melainkan sudah menjadi rahasia umum.
“Kalau pemimpinnya saja tidak disiplin, bagaimana sekolah mau berkembang? Ini menyangkut masa depan anak-anak kami,” ujarnya.
Sorotan juga merembet ke pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan jumlah siswa sekitar 140 orang, kondisi fasilitas yang minim dan gedung yang tak terawat dinilai tidak sejalan dengan besaran anggaran yang seharusnya dikelola.
“Fasilitas seadanya, bangunan kurang terurus, bahkan papan nama tidak ada. Ini perlu diaudit. Dana BOS harus jelas penggunaannya,” kata sumber lain.
Di tengah berbagai kritik, masyarakat masih memberi apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi demi menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, Amir Mahmud Batubara belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan sulit ditemui di lingkungan sekolah.***
#Mandailing Natal #Dana BOS MTs Melintang