MBG Jangan Cuma Bicara Gizi! LLMB Riau Desak Seluruh Relawan Wajib MCU, Jangan Sampai Makanan Bergizi Jadi Ancaman Kesehatan

MBG Jangan Cuma Bicara Gizi! LLMB Riau Desak Seluruh Relawan Wajib MCU, Jangan Sampai Makanan Bergizi Jadi Ancaman Kesehatan

MBG Jangan Cuma Bicara Gizi! LLMB Riau Desak Seluruh Relawan Wajib MCU, Jangan Sampai Makanan Bergizi Jadi Ancaman Kesehatan

RIAU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya memastikan makanan bergizi sampai ke tangan masyarakat. Faktor kesehatan dan keamanan pangan juga harus menjadi perhatian utama.

Wakil Panglima DPP Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Provinsi Riau, Romi Sinaga, SE., mendesak agar seluruh relawan yang terlibat dalam program MBG menjalani Medical Check Up (MCU) secara berkala.

Menurut Romi, tuntutan tersebut bukan tanpa alasan. Para relawan berada di garis depan dalam proses pengolahan, penyiapan hingga pendistribusian makanan. Kondisi kesehatan mereka, kata dia, berkaitan langsung dengan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“MCU bagi seluruh relawan MBG sangat penting sebagai langkah pencegahan. Kita harus memastikan setiap relawan dalam kondisi sehat sehingga makanan yang disiapkan dan diberikan kepada masyarakat benar-benar aman, higienis, dan tidak menjadi media penularan penyakit,” tegas Romi.

Ia mengingatkan, jangan sampai program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat justru menghadirkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan terhadap keamanan pangan.

“Jangan sampai niat baik memberikan makanan bergizi justru menimbulkan persoalan kesehatan akibat kurangnya pengawasan terhadap kesehatan orang-orang yang menangani makanan,” ujarnya.

Romi menilai MCU seharusnya tidak dipandang sebagai formalitas administratif. Pemeriksaan kesehatan perlu menjadi bagian dari sistem pencegahan dan pengawasan dalam pelaksanaan MBG.

Selain pemeriksaan kesehatan, ia juga meminta standar kebersihan dan sanitasi diperketat. Relawan harus disiplin menjaga kebersihan diri, mencuci tangan sebelum menangani makanan, menggunakan perlengkapan yang sesuai, serta memastikan dapur dan lokasi distribusi memenuhi standar kebersihan.

Menurutnya, keamanan pangan harus menjadi satu kesatuan dengan pemenuhan gizi.

“Makanan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi tiga hal: bergizi, sehat, dan aman. Jangan hanya mengejar jumlah penerima atau distribusi, tetapi aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas,” katanya.

Romi berharap pemerintah dan pihak terkait tidak menunggu munculnya kasus kesehatan baru kemudian melakukan evaluasi. Pemeriksaan kesehatan relawan, pengawasan sanitasi, serta kontrol terhadap proses pengolahan dan distribusi dinilai harus dilakukan sejak awal dan secara konsisten.

MBG adalah program untuk membangun generasi sehat. Karena itu, setiap makanan yang keluar dari dapur MBG harus benar-benar dipastikan aman sebelum sampai ke meja masyarakat.***MDn

#MBG #LLMB Riau