Istanbul, Turki — Sikap tegas ditunjukkan delegasi Indonesia dalam Sidang Parlemen Dunia yang digelar oleh Inter-Parliamentary Union di Istanbul. Di tengah dorongan sejumlah negara Teluk yang ingin mengutuk Iran, Indonesia justru menyoroti standar ganda dalam melihat konflik global.
Anggota DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, secara lugas menyatakan bahwa kecaman tidak boleh diarahkan sepihak.
“Sebelum kita mengutuk Iran, kita juga harus mengutuk Israel dan Amerika yang memulai menyerang Iran,” tegasnya di forum parlemen negara negara Islam.
Kritik Terbuka: Dunia Jangan Pilih-Pilih Kecam
Pernyataan ini menjadi tamparan langsung terhadap kecenderungan sebagian negara yang hanya menyoroti Iran, namun mengabaikan peran awal yang memicu konflik. Indonesia menilai, pendekatan seperti itu justru memperkeruh situasi dan memperpanjang siklus kekerasan.
Dalam forum tersebut, delegasi RI menekankan bahwa konflik tidak boleh dilihat secara parsial. Siapa yang memulai agresi harus menjadi bagian dari penilaian, bukan ditutup-tutupi demi kepentingan politik global.
Diplomasi Parlemen Bukan Panggung Retorika
Syahrul juga mengingatkan bahwa forum seperti IPU tidak boleh hanya menjadi ajang pernyataan politik tanpa arah. Ia mendorong agar diplomasi parlemen benar-benar difungsikan sebagai jalur komunikasi yang efektif untuk meredakan ketegangan.
“Diplomasi parlemen harus jadi jembatan komunikasi yang lebih cair di tengah ketegangan global,” ujarnya.
Indonesia Kirim Sinyal Tegas
Sikap ini mempertegas posisi Indonesia:
Menolak kecaman sepihak
Menentang standar ganda internasional Mengkritik semua pihak yang memicu konflik
Namun di saat yang sama, Indonesia tetap berada dalam koridor politik luar negeri bebas aktif tidak tunduk pada tekanan blok mana pun, tetapi juga tidak diam terhadap ketidakadilan global.***MDn