PEKANBARU, 3 April 2026 — Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang dugaan korupsi proyek infrastruktur di Riau. Seorang saksi kunci justru membantah dua poin penting dalam dakwaan jaksa KPK, memunculkan tanda tanya besar atas konstruksi perkara yang dibangun penuntut umum.
Aditya Wijaya Rais Nur Putra, Subkoordinator Perencanaan di Dinas PUPR-PKPP Riau, secara tegas menyangkal adanya instruksi kontroversial “Matahari Hanya Satu” yang disebut-sebut menjadi simbol loyalitas tunggal kepada terdakwa Abdul Wahid.
Tak hanya itu, Aditya juga membantah adanya praktik “sterilisasi” alat komunikasi dalam pertemuan penting di kediaman gubernur pada 7 April 2025—sebuah poin yang sebelumnya diklaim jaksa sebagai bagian dari skenario tertutup.
“Tidak,” jawab Aditya singkat namun tegas saat ditanya apakah peserta rapat diminta mengumpulkan ponsel. Ia bahkan mengaku tetap membawa laptop ke dalam ruangan tanpa ada larangan apa pun.
Pernyataan ini langsung menggoyahkan narasi jaksa yang mengindikasikan adanya upaya pengondisian situasi rapat secara eksklusif dan tertutup.
Lebih jauh, saat didalami soal ucapan “Matahari Hanya Satu” yang disebut dalam dakwaan sebagai bentuk instruksi loyalitas, Aditya kembali membantah tanpa ragu. Padahal, ia mengaku mengikuti rapat tersebut dari awal hingga selesai.
Kesaksian ini menjadi pukulan telak bagi jaksa, karena menyasar langsung inti dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang coba dibuktikan di persidangan.
Tak berhenti di situ, Aditya juga mengungkap fakta lain yang tak kalah penting. Ia menyebut tidak melihat sejumlah nama yang disebut dalam perkara berada di lokasi saat rapat berlangsung. Bahkan, terdakwa Abdul Wahid disebut datang terlambat.
“Waktu itu Pak Gub datang agak telat,” ungkapnya, memberi dimensi baru terhadap kronologi yang selama ini diasumsikan.
Rangkaian bantahan ini membuka kemungkinan bahwa peristiwa yang didalilkan dalam dakwaan tidak sepenuhnya terjadi seperti yang digambarkan. Kini, majelis hakim dihadapkan pada dua versi berbeda: narasi jaksa dan fakta versi saksi di lapangan.
Sidang ini pun kian menarik untuk diikuti. Sebab, jika kesaksian serupa terus bermunculan, bukan tak mungkin fondasi dakwaan akan semakin tergerus dan arah putusan bisa berubah drastis.***MDn
#gubernur riau #Abdul Wahid #Sidang Abdul Wahid #Fakta persidangan