Jakarta- Isu kepemilikan rumah mewah oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum memantik kegelisahan publik. Bagaimana mungkin seorang ASN, dengan penghasilan yang relatif terbatas, mampu menembus kawasan elit seperti Pondok Indah simbol hunian kelas atas di Jakarta?
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sendiri mengakui adanya kejanggalan yang tercium. Meski enggan berspekulasi, pernyataannya membuka ruang kecurigaan yang lebih luas: ada sesuatu yang tidak sinkron antara profil pendapatan ASN dan kepemilikan aset bernilai fantastis.
Publik kini bertanya lantang apakah ini sekadar kebetulan, hasil jerih payah yang sah, atau justru puncak gunung es dari praktik yang selama ini tersembunyi?
Di tengah sorotan ini, transparansi menjadi kata kunci. Tanpa penelusuran serius dan audit yang terbuka, kepercayaan publik terhadap integritas birokrasi bisa kian tergerus. Penegak hukum pun didorong untuk tidak tinggal diam, memastikan bahwa setiap rupiah yang mengalir memiliki jejak yang jelas.
Kasus ini bukan hanya soal satu atau dua orang ASN. Ini adalah cermin bagi sistem apakah masih bersih, atau perlahan retak oleh praktik-praktik yang tak kasat mata.***MDn
#Rumah Mewah ASN PU #ASN Pondok Indah #Kementrian Pekerjaan Umum