WR, Makassar — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan keseriusannya menatap panggung politik nasional melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari–1 Februari 2026. Rakernas ini menjadi titik awal konsolidasi besar PSI menuju tahapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kontestasi politik ke depan.
Sebanyak 5.000 pengurus resmi dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota hadir dalam Rakernas tersebut. Lebih dari 10.000 simpatisan turut meramaikan agenda, menandai soliditas internal dan menguatnya basis dukungan PSI di berbagai daerah.
Daya tarik Rakernas semakin kuat setelah Rusdi Masse secara resmi bergabung dengan PSI. Bergabungnya tokoh nasional ini dipandang sebagai sinyal menguatnya posisi politik PSI serta bertambahnya daya tawar partai di level nasional.
Sorotan utama Rakernas tertuju pada kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, selaku Ketua Dewan Pembina PSI. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan komitmennya untuk terlibat langsung membesarkan PSI.
“Saya siap turun ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota untuk membesarkan PSI,” ujar Jokowi di hadapan ribuan kader.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah dan energi baru PSI dalam memperluas basis politik di daerah.
Dari arena Rakernas, DPW PSI Riau menyatakan kesiapan penuh mengikuti instruksi Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, terutama terkait percepatan penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah.
Ketua Bapilu DPW PSI Riau, Romi Sinaga, menyampaikan bahwa kesiapan struktur partai di Provinsi Riau telah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung 100 persen pada April 2026 guna menghadapi tahapan verifikasi KPU.
“Struktur PSI Riau sudah 85 persen. Target kami jelas: tuntas April 2026 dan siap diverifikasi KPU,” tegas Romi Sinaga, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, percepatan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi agenda prioritas yang harus diselesaikan paling lambat akhir 2026.
Sejalan dengan arahan Kaesang Pangarep, PSI menegaskan bahwa penguatan struktur tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Seluruh kader diminta hadir langsung di tengah masyarakat dan menunjukkan kerja politik yang nyata.
“PSI tidak boleh hanya hadir di atas kertas. Kerja konkret untuk rakyat adalah kunci,” lanjut Romi.
Dalam Rakernas tersebut, DPW PSI Riau juga menyampaikan harapan kepada Sekretaris Jenderal DPP PSI, Raja Juli Antoni, yang kini menjabat Menteri Kehutanan, agar program Perhutanan Sosial dapat dioptimalkan di Riau sebagai solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perhutanan Sosial harus menjadi instrumen nyata ekonomi rakyat, khususnya bagi masyarakat Riau,” ujarnya.
Rakernas PSI 2026 diikuti jajaran lengkap DPW PSI Riau, yakni Kelmi Amri (Ketua DPW), Juandy Hutauruk (Sekretaris), Santha Buana Kacaribu (Bendahara), Romi Sinaga (Ketua Bapilu), Nelliwati (Wakil Sekretaris), Jailani (Ketua OKK), serta seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD PSI kabupaten/kota se-Riau.
Rakernas ini menegaskan satu garis politik: PSI bergerak cepat, terstruktur, dan serius mempersiapkan diri sebagai kekuatan politik nasional yang siap diuji secara elektoral dan berpihak pada kepentingan rakyat.***MDn
#Rakernas PSI #PSI Riau #Jokowi PSI