JAKARTA, WR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras yang mengguncang jajaran kepala daerah se-Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026).
Di hadapan ribuan pejabat, Prabowo menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan — bahkan jika pelakunya berasal dari partai yang membesarkannya sendiri.
“Kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap! Jangan macam-macam!” tegas Prabowo dengan nada tinggi.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal perang terbuka terhadap mafia anggaran, pejabat rakus, dan jaringan korup yang selama ini dianggap kebal hukum di daerah.
Presiden menegaskan tidak akan ada lagi perlindungan politik, tidak ada keistimewaan partai, dan tidak ada negosiasi bagi siapa pun yang bermain kotor.
“Negara ini tidak boleh kalah oleh maling berdasi. Siapa pun yang melanggar hukum — saya sikat,” ujar Prabowo.
Pesan keras ini disambut tepuk tangan panjang sekaligus ketegangan di ruang Rakornas. Banyak kepala daerah tampak terdiam, menyadari era impunitas politik tampaknya benar-benar berakhir.
Pengamat menilai pernyataan Prabowo sebagai babak baru pemberantasan korupsi yang lebih brutal dan tanpa kompromi dibanding pemerintahan sebelumnya.
Jika ancaman ini benar-benar diwujudkan, Indonesia berpotensi memasuki fase bersih-bersih kekuasaan terbesar dalam sejarah reformasi.***MDn
#PRESIDEN PRABOWO #Lawan Koruptor