Warta Rakyat Online – Peningkatan Jalan Poros Pekaitan senilai lebih dari Rp10 miliar yang dikerjakan oleh CV. TK Group menjadi sorotan publik setelah ditemukan kerusakan parah meski baru satu bulan rampung. Hal ini memunculkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi bahan, khususnya aspal, yang mengakibatkan mutu jalan jauh dari standar.
Menanggapi kerusakan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rokan Hilir langsung mengambil langkah untuk menyurati kontraktor agar segera memperbaiki jalan selama masa pemeliharaan. Pihak dinas juga telah turun ke lokasi untuk mendokumentasikan kerusakan dan meminta kontraktor menghitung ulang volume perbaikan.
Menurut Aldila, perwakilan dari Dinas PUTR, pengerjaan jalan sepanjang 1.864 meter ini mencakup berbagai pekerjaan seperti timbunan, agregat kelas A dan B, serta aspal hotmix AC-WC dan AC-BC. Namun, Heriandi Bustam SH, Ketua IMO-Indonesia Rokan Hilir, menilai bahwa kualitas aspal yang digunakan tidak sesuai Job Mix Formula (JMF), sehingga daya rekat dan fleksibilitasnya lemah.
“Kadar aspal yang tidak sesuai JMF berisiko menyebabkan retak rambut, memungkinkan air merembes dan merusak struktur bawah jalan,” tegas Heriandi. Ia juga menyoroti faktor lain seperti suhu penghamparan aspal dan kualitas pemadatan yang tidak sesuai spesifikasi.
Untuk itu, Heriandi meminta BPKP turun langsung mengaudit proyek ini, mengingat anggaran negara yang digunakan harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Ia juga mendesak semua pihak terkait, termasuk kontraktor, konsultan pengawas, dan pemerintah daerah, untuk tidak lepas tangan dalam menyelesaikan persoalan ini.
Berbagai pihak kini menanti langkah tegas pemerintah dan pengawasan yang lebih ketat agar proyek infrastruktur tidak lagi menjadi lahan pemborosan anggaran.***mdn
Sumber Momen Riau.com
#PUPR Rohil #Proyek Gagal