Kampar Utara – Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Ramli, S.Kom dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara, berubah menjadi ruang curhat terbuka masyarakat yang selama ini memendam berbagai persoalan mendasar.
Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar pada 3–4 April 2026 di Dusun II Balai Jering itu mengungkap setidaknya 12 persoalan krusial yang dihadapi warga mulai dari infrastruktur yang memprihatinkan hingga kebutuhan ekonomi yang belum tersentuh optimal.
Dalam dialog langsung yang melibatkan perangkat dusun, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, hingga kalangan pemuda, satu per satu aspirasi mengemuka tanpa sekat. Kondisi Jembatan Sungai Bakuong yang dinilai nyaris tak layak pakai menjadi sorotan utama, disusul kebutuhan mendesak akan pengaspalan Jalan Pematang Kulim yang selama ini menjadi akses vital warga.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tapi ruang bagi kami untuk mendengar langsung denyut persoalan masyarakat,” tegas Ramli di hadapan warga, Sabtu (4/4/2026).
Tak hanya soal infrastruktur, persoalan ekonomi warga juga mencuat. Para pencari kara-kara mengeluhkan keterbatasan sarana usaha, sementara ibu-ibu perajin berharap adanya dukungan alat produksi untuk meningkatkan kapasitas UMKM lokal yang selama ini berjalan secara mandiri tanpa sentuhan bantuan berarti.
Di sisi lain, kelompok ibu-ibu PKK menyuarakan kebutuhan alat-alat memasak, buku Surah Yasin untuk kegiatan wirid, hingga alat musik rebana sebagai penunjang aktivitas sosial-keagamaan. Aspirasi ini memperlihatkan bahwa pembangunan sosial di tingkat desa masih membutuhkan perhatian serius.
Permasalahan pendidikan pun tak luput dari sorotan. Kondisi Sekolah Kelompok Bermain (KB) As Sakinah yang dinilai tidak layak pakai menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Warga mendesak pembangunan gedung baru demi menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak dalam proses belajar.
Selain itu, kebutuhan akan mesin pompa air untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau, pembangunan lapangan voli sebagai sarana olahraga pemuda, hingga program rumah layak huni bagi warga kurang mampu turut masuk dalam daftar usulan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ramli menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan agar dapat masuk dalam skema perencanaan dan penganggaran daerah.
“Ini bukan sekadar dicatat, tapi akan kami perjuangkan agar menjadi prioritas pembangunan,” ujarnya.
Tidak hanya berdialog, Ramli juga menunjukkan kepedulian langsung dengan mengunjungi warga yang tengah sakit serta meninjau kondisi fasilitas pendidikan di lokasi. Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai kehadiran wakil rakyat tersebut tidak sebatas seremonial.
Tokoh perempuan Desa Sungai Jalau, Murdawati, menyebut reses tersebut sebagai momentum penting bagi kaum perempuan untuk menyuarakan kebutuhan yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Kami merasa benar-benar didengar. Mulai dari kebutuhan PKK, UMKM, sampai kegiatan keagamaan semuanya disampaikan langsung,” ujarnya.
Meski demikian, harapan besar tetap disematkan agar seluruh aspirasi tidak berhenti sebagai catatan semata. Warga menuntut realisasi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.
“Yang kami butuhkan bukan janji, tapi bukti,” tegas salah seorang perwakilan warga.
Reses di Sungai Jalau kali ini menjadi potret nyata bahwa di balik agenda rutin legislatif, tersimpan harapan besar masyarakat desa yang menunggu untuk benar-benar diperjuangkan.***MDn
#Dewan Kampar #Ramli DPRD Kampar #Reses DPRD Kampar